Dolar AS Masih Loyo Pasca Data Inflasi AS

Dolar AS masih melemah pasca rilis data Inflasi Konsumen (CPI) AS kemarin. Data yang termasuk sebagai salah satu pertimbangan penting bagi The Fed untuk menentukan kebijakan moneter tersebut, menunjukkan hasil yang lebih rendah daripada ekspektasi. Indeks Dolar AS turun lagi 0.12% ke 92.55 dalam rentang Sideways sejak tanggal 8 September.

Departemen Ketenagakerjaan AS kemarin melaporkan, inflasi bulanan AS menurun ke 0.3% pada bulan Agustus dari 0.5% sebelumnya. Perolehan tersebut lebih rendah daripada ekspekatsi 0.4%.

Sementara itu, inflasi yang tidak memperhitungkan harga barang volatile seperti makanan dan bahan bakar atau yang disebut dengan inflasi inti, juga tumbuh 0.1% saja dari sebelumnya di 0.3%. Inflasi inti AS pada bulan Agustus ini pun menjadi yang terendah sejak Februari.

Walaupun pertumbuhan CPI AS tak setinggi beberapa periode sebelumnya, namun secara umum para ekonom tetap menilainya sebagai inflasi yang kuat. James McCann, ekonom dari Aberdeen Standard Investments mengatakan, “Inflasi masih cukup kuat, bahkan meski jika angkanya tak se-meledak awal tahun.”

Tunggu Kebijakan The Fed

Setelah data inflasi AS yang meleset dari ekspektasi kemarin, kini para investor menunggu konfirmasi dari kebijakan The Fed. Adapun data ekonomi AS yang dirilis malam ini adalah Indeks Manufaktur New York dengan hasil 34.3, lebih tinggi daripada ekspektasi 18.1. Namun, data Produksi Industri bulanan AS turun ke 0.4% dari 0.8%.

“Kenyataannya, tidak ada panduan yang sudah jelas selain bahwa indikator ekonomi yang buruk berarti pemulihan dari pandemi telah melambat lebih dari yang diharapkan, dan (dan disebabkan) oleh (varian C19) Delta,” kata Juan Perez, ahli strategi di Tempus Inc di Washington.

“Di tengah semua itu, Dolar AS masih akan memiliki ruang untuk naik dan melonjak, karena malapetaka dan kesuraman berperan dalam berkurangnya selera risiko. Namun, perbaikan istimewa di Inggris dan wilayah lain, seperti yang kita lihat dengan CPI, pada akhirnya bisa melemahkan Dolar AS secara konsisten.”

Tinggalkan sebuah Komentar

Copyright © 2021. All Rights Reserved. Seputar Forex
Peringatan Resiko: Trading Forex adalah Bisnis berisiko tinggi, anda bisa kehilangan semua uang deposit. Jangan Pernah invest jika anda tidak siap untuk rugi. Seputar.Forex tidak akan menerima tanggung jawab atas kehilangan atau kerusakan sebagai akibat dari ketergantungan pada informasi yang terkandung dalam situs web ini termasuk data, kutipan, grafik, link pihak ketiga dan sinyal beli / jual. Harap pelajari dan pahami sepenuhnya mengenai risiko tertinggi terkait dengan perdagangan pasar keuangan.