Dolar AS Berjuang Naik, Investor Cerna Testimoni Powell

Dolar AS masih tertekan di level rendah terhadap mata uang-mata uang mayor. Di sesi perdagangan Jumat (24/Juni) sore ini, Indeks Dolar AS diperdagangkan di 104.22, tak banyak berubah sejak tanggal 16 Juni. Para investor masih melakukan penilaian terhadap kebijakan Federal Reserve AS, dan kaitan kenaikan suku bunga agresif dengan resesi.

Mata uang safe haven juga kehilangan dukungan di tengah meningkatnya minat risiko pasar. Saham-saham menguat, begitu pulan dengan mata uang minat risiko seperti Dolar Australia dan dan Dolar New Zealand.

“Pembicaraan mengenai resesi telah menggagalkan uptrend DXY. Namun, menurut kami retracement-nya belum menunjukkan langkah untuk menembuh low di kisaran 102,” kata analis Westpac yang dihimpun oleh Reuters. “Fed Fund akan dinaikkan ke atas 3% di akhir tahun ini. Oleh karena itu, support suku bunga USD semestinya terus terbangun dengan jelas.”

Pergerakan Dolar AS terbilang choppy minggu ini. Pasar saat ini sedang bertaruh dan memberikan perhatian lebih banyak terhadap kebijakan The Fed. Kenaikan suku bunga diekspektasikan sebesar 75 basis poin pada bulan Juli. Indeks Dolar AS sudah turun 0.42% sejauh ini.

Kamis kemarin, Ketua The Fed Jerome Powell kembali menyampaikan testimoni di hadapan House AS. Powell masih menekankan bahwa The Fed sedang berjuang untuk menekan kenaikan inflasi yang tertinggi dalam 40-tahun terakhir.

“Kita sangat perlu untuk mengembalikan stabilitas inflasi … karena, tanpa itu maka kita tidak akan mampu untuk melanjutkan ketenakerjaan maksimum dimana manfaatnya menyebar luas,” ujar Powell di hadapan lembaga setara DPR AS tersebut. “Ini adalah sesuatu yang perlu kita lakukan, kita harus melakukannya.”

EUR/USD Juga Tertekan

Dolar AS masih cukup unggul terhadap Euro. Mata uang Single Currency tersebut terpukul setelah data pabrikan Jerman melemah dan mengurangi pertaruhan pasar akan pengetatan bank sentral Eropa. Namun, EUR/USD sudah membatais penurunan dengan diperdagangkan di 10.543 di sesi perdagangan sore ini.

“Sementara itu, ECB sedang berjuang untuk menahan penyebaran terkait imbas kenaikan inflasi dan Zona Euro menghadapi kesulitan stagflasi yang lebih material – hampir tidak menarik (untuk pengetatan moneter),” imbuh tim analis Westpac tersebut.

Tinggalkan sebuah Komentar

Copyright © 2022. All Rights Reserved. Seputar Forex
Peringatan Resiko: Trading Forex adalah Bisnis berisiko tinggi, anda bisa kehilangan semua uang deposit. Jangan Pernah invest jika anda tidak siap untuk rugi. Seputar.Forex tidak akan menerima tanggung jawab atas kehilangan atau kerusakan sebagai akibat dari ketergantungan pada informasi yang terkandung dalam situs web ini termasuk data, kutipan, grafik, link pihak ketiga dan sinyal beli / jual. Harap pelajari dan pahami sepenuhnya mengenai risiko tertinggi terkait dengan perdagangan pasar keuangan.