Dolar Ambruk Versus Yen, Pasar Tunggu Data Ketenagakerjaan AS

Dolar AS melemah terhadap Yen hingga level terendah sejak pertengahan Juni. Ekspektasi para investor bahwa Federal Reserve AS akan mengerem kenaikan suku bunga, membuat Dolar AS ditinggal pembeli. Mereka lebih memilih berinvestasi ke emas atau Yen Jepang. Saat berita ini ditulis pada Senin (01/Agustus) malam, USD/JPY diperdagangkan di 131.95, melanjutkan penurunan sejak 28 Juli.

Indeks Dolar AS terpantau volatile setelah data Manufaktur AS menunjukkan bahwa aktivitas melambat di bulan Juli. Data PMI ISM Manufaktur AS turun dari 53.0 menjadi 52.8. Meski demikian, data tersebut masih lebih tinggi daripada ekspektasi penurunan ke 52.0

“Sektor manufaktur AS masih berekspansi walaupun sedikit tergelincir di bulan Juli. Jumlah pesanan baru memang turun, tetapi pengiriman meningkat, dan harga turun dalam level yang masih dapat diterima,” demikian tertulis dalam rilis ISM malam ini.

Marc Chandler, analis Bannockburn Global Forex di New York menanggapi tenang laporan tersebut. Menurutnya, pusta perhatian pasar akan tertuju pada data Ketenagakerjaan AS yang berdampak pada perlambatan Rate Hike The Fed.

“Fokus besarnya adalah pada pasar tenaga kerja pada akhir pekan ini, dan itu kemungkinan mengkonfirmasi bahwa ada perbaikan tingkat sedang di pasar tenaga kerja,” katanya. “Tapi (jika dibandingkan dengan) sebelum COVID, data tersebut masih akan dianggap sebagai angka yang sangat kuat.”

Selain itu, saat ini penurunan Dolar AS memang lumrah. Utamanya setelah mata uang tersebut melonjak hingga 10% sejak awal 2022. Chandler mengatakan bahwa Dolar AS sedang berkonsolidasi.

Perkembangan geopolitik juga turut menjadi perhatian pasar pekan ini. Rencana kunjungan Ketua DPR AS, Nancy Pelossi, ke Taiwan memicu peringatan keras dari China. Negeri Tirai Bambu mengklaim Taiwan sebagai negara yang tunduk di bawah pemerintahan China. Oleh karena itu, negara tersebut mengancam tak akan tinggal diam jika AS melalui Pelossi, berani menghasut Taiwan untuk melawan China.

Tinggalkan sebuah Komentar

Copyright © 2022. All Rights Reserved. Seputar Forex
Peringatan Resiko: Trading Forex adalah Bisnis berisiko tinggi, anda bisa kehilangan semua uang deposit. Jangan Pernah invest jika anda tidak siap untuk rugi. Seputar.Forex tidak akan menerima tanggung jawab atas kehilangan atau kerusakan sebagai akibat dari ketergantungan pada informasi yang terkandung dalam situs web ini termasuk data, kutipan, grafik, link pihak ketiga dan sinyal beli / jual. Harap pelajari dan pahami sepenuhnya mengenai risiko tertinggi terkait dengan perdagangan pasar keuangan.