Data Ketenagakerjaan Australia Ditolak, AUD/USD Merosot

Dolar Australia merosot ke level rendah 10-bulan di sesi perdagangan Kamis siang, meskipun data ketenagakerjaan Australia positif. Pasar menolak data tersebut karena dianggap terdistorsi. Para trader pun fokus pada kenaikan kasus virus Corona di Sydney dan menggunakannya sebagai alasan untuk menjual Dolar Australia.

AUD/USD turun hampir satu persen ke posisi 0.7166, level terendah sejak bulan November. Latar belakang teknis yang sudah suram bertambah suram ketika mata uang tersebut menembusn level MA 200-week di $0,7224. Target bear berikutnya adalah di level Low dari Oktober dan November di kisaran US$0.6990.

“AUD masih berada dalam downtrend kuat empat-bulanan dan tampaknya akan memukul dan memperpanjang posisi Long yang kami target di $0.72,” kata Richard Franulivch, analis Westpac.

Analis tersebut menambahkan, jumlah kasus COVID yang tampaknya akan naik lagi beberapa hari ke depan, mengingat tingginya angka kasus yang tidak terhubung ke komunitas. Oleh karena itu, risiko ekstensi penurunan ke $0.70 kembali meningkat.

New South Wales melaporkan 681 kasus dalam satu hari, Sedangkan lockdown di Melbourne dan Canberra belum menunjukkan tanda-tanda dapat diakhiri dalam waktu dekat.

Dampak lockdown sudah terbukti pada angka ketenagakerjaan pada bulan Juli, meskipun dengan cara yang berlawanan dengan intuisi. Artinya, walaupun Tingkat Pengangguran turun ke level rendah 12 tahun di 4.6 persen, hal itu karena orang-orang yang sedang mencari kerja menghentikan aktvitasnya.

Belinda Allen dari CBA berkomentar bahwa data ketenagakerjaan kali ini bukanlah sinyal dari pengetatan pasar ketenagakerjaan. Namun, dikarenakan oleh berkurangnya kemampuan untuk bekerja.

Imbas lockdown yang kami ekspektasikan adalah kontraksi ketenagakerjaan sebanyak 300,000 pada bulan Agustus dan September. Sedangkan Tingkat Pengangguran akan mencapai 5.6 persen dalam beberapa bulan ke depan.

Hal itu adalah pukulan keras bagi Outlook pertumbuhan upah yang pada bulan Juni saja sudah mengecewakan. Pasar pun memperkirakan bahwa kenaikan suku bunga Bank Sentral Australia (RBA) akan diundur hingga tahun 2023.

Tinggalkan sebuah Komentar

Copyright © 2021. All Rights Reserved. Seputar Forex
Peringatan Resiko: Trading Forex adalah Bisnis berisiko tinggi, anda bisa kehilangan semua uang deposit. Jangan Pernah invest jika anda tidak siap untuk rugi. Seputar.Forex tidak akan menerima tanggung jawab atas kehilangan atau kerusakan sebagai akibat dari ketergantungan pada informasi yang terkandung dalam situs web ini termasuk data, kutipan, grafik, link pihak ketiga dan sinyal beli / jual. Harap pelajari dan pahami sepenuhnya mengenai risiko tertinggi terkait dengan perdagangan pasar keuangan.