Cara Trading Forex yang Simple tapi Untung Konsisten

Jika ada cara trading forex yang simple, kenapa harus pakai cara trading yang repot? Begitulah anggapan banyak trader forex. Pandangan itu sebenarnya tidak salah, tetapi sebaiknya hanya dijalankan oleh trader yang sudah berpengalaman saja. Karena keuntungan konsisten hanya dapat diperoleh dengan menjalankan suatu rencana trading yang sistematis dan teruji, bukan dengan asal tebak harga akan naik atau turun.

Cara Trading Forex yang Simple tapi Untung Konsisten

  • Menyusun Rencana Trading Forex yang Sistematis

Pertanyaannya, rencana trading forex itu seperti apa sih? Sebuah rencana trading forex yang simple setidaknya harus mencakup tujuh aspek:

  1. Pilihan pair forex yang akan ditradingkan: Pemula sebaiknya hanya memilih mata uang mayor paling populer, yaitu antara EURUSD, USDJPY, GBPUSD, atau AUDUSD saja. Keempat pair ini punya spread sangat rendah, sehingga trader bisa profit lebih optimal.
  2. Pilihan waktu trading: Hal yang penting diperhatikan di sini adalah karakteristik setiap sesi trading. Pergerakan pasar sesi Asia cenderung lambat, sedangkan pergerakan pasar sesi Eropa dan Amerika lebih kencang. Semakin cepat pergerakan pasar, maka peluang profit makin banyak dan makin cepat tercapai, tetapi risiko juga semakin besar.
  3. Pilihan timeframe: Sesuaikan timeframe dengan teknik trading yang akan dipilih. Apabila ingin scalping (target profit/loss dalam hitungan menit), maka gunakan timeframe M10, M15, atau M30. Apabila ingin day-trading (target profit/loss dicapai dalam satu hari), maka gunakan timeframe M30, H1, atau H4. Apabila ingin lebih santai dengan target profit dalam jangka waktu beberapa hari, maka gunakan timeframe H4, D1, atau lebih tinggi.
  4. Pilihan rasio risk/reward (RR): Rasio ini mewakili berapa besar dana yang siap Anda korbankan untuk mencapai profit tertentu. Misalnya rasio RR 1:3, artinya Anda siap loss 10 pips untuk profit 30 pips, atau siap loss 20 pips untuk profit 60 pips, dan seterusnya. Semakin besar rasio RR, maka makin sulit profit. Jika ingin scalping, sebaiknya RR 1:1.5 saja. Sedangkan jika ingin day-trading, pilihlah RR 1:2 atau 1:3.
  5. Jumlah volume trading (lot) yang akan ditradingkan: Apabila Anda masih dalam tahap berlatih trading dan belum paham strategi apa pun, sebaiknya selalu gunakan lot 0.01 atau lot 0.1 saja. Jangan sampai menggunakan lot 1 ataupun memperbanyak lot sesuka hati, karena Anda akan semakin cepat loss.
  6. Pilihan indikator teknikal atau sistem trading: Setelah semua aturan di atas ditentukan, langkah selanjutnya adalah memilih indikator teknikal apa yang akan dipergunakan. Anda bebas menggunakan indikator apa pun yang sudah tersedia (built-in) pada Metatrader. Setiap indikator memiliki syarat buy dan syarat sell masing-masing yang mudah diterapkan. Kita akan membahas sistem ini pada bagian berikutnya.
  7. Aturan entry dan exit trading: Semua posisi trading harus direncanakan mulai dari bagaimana aturan open posisi (entry) hingga close posisi (exit). Banyak trader pemula hanya berfokus pada entry saja, sehingga bingung kapan harus close posisi. Hal itu bisa dihindari dengan mudah seandainya Anda sudah menentukan sejak awal akan exit kapan. Patokan sederhananya adalah rasio RR. Umpamanya Anda menentukan RR 1:2 dengan target profit 50 pips dan stop loss 25 pips, maka Anda benar-benar akan segera close posisi setelah mencapai profit 50 pips atau setelah loss 25 pips.

Mudah sekali, bukan!? Asalkan sudah direncanakan sejak awal, cara trading forex apa pun akan jadi simple. Banyak trader pemula malah terlalu berfokus mencari indikator teknikal atau sistem trading yang paling ampuh, tanpa memedulikan aspek perencanaan sistematis seperti ini, sehingga cara trading malah jadi rumit. Padahal, urusan memilih indikator teknikal itu bisa diatur belakangan. Trader bahkan bisa saja trading tanpa indikator sama sekali jika sudah memahami cara menggunakan grafik candlestick secara optimal.

  • Indikator Teknikal dan Sistem Trading Forex Teruji

Ada banyak indikator teknikal atau sistem trading forex yang sudah teruji dan terbukti andal. Anda dapat menengok cara menggunakan indikator teknikal tertentu, lalu bereksperimen menerapkannya sendiri di Metatrader hingga menemukan setting yang paling andal bagi rencana trading Anda. Contohnya Moving Averages, Relative Strength Index (RSI), Stochastic, Bollinger Bands, dan lain sebagainya.

Alternatif lain, Anda dapat mencari sistem trading forex yang sudah jadi di internet. Dengan cara ini, Anda bisa memperoleh setting indikator teknikal yang siap pakai tanpa perlu eksperimen sendiri. Akan tetapi, setting siap pakai itu juga harus disesuaikan lagi dengan rencana trading Anda. Perhatikan: Sistem trading dan indikator teknikal bukan obat sapu jagad yang cocok untuk semua orang dalam segala situasi.

Ada indikator teknikal yang hanya cocok pada kondisi pasar trending, ada yang hanya cocok saat sideways. Ada sistem yang cocok untuk sesi Asia, ada yang hanya cocok untuk sesi Eropa. Sistem trading yang terbukti andal untuk orang lain pun belum tentu cocok untuk Anda, karena tingkat kesabaran setiap orang dalam menunggu profit/loss itu berbeda-beda. Jadi, gunakan sistem trading forex temuan dari internet sebagai acuan untuk latihan saja. Apabila Anda sudah mahir menerapkannya pada akun demo hingga menghasilkan profit berlipat ganda, barulah mempergunakannya pada akun riil.

Dua kombinasi indikator teknikal dan sistem trading yang sudah terkenal ampuh antara lain:

  1. Indikator RSI dengan setting 20-80 dan period 5 atau 7 pada timeframe Daily (D1).

Indikator RSI dengan setting 20-80 dan period 5 atau 7 pada timeframe Daily (D1)

Indikator RSI umumnya dipergunakan dengan setting default 30-70. Namun, keandalannya terbukti lebih baik pada setting 20-80. Cara trading simple, yaitu bersiap sell jika RSI sudah masuk area overbought di atas ambang 80 dan akan berbalik turun lagi. Kemudian bersiap buy jika RSI sudah mendekati area oversold di bawah ambang 20 dan akan berbalik naik lagi. Realisasi profit dapat diperoleh dalam tempo 2-3 hari atau maksimum 1 minggu.

  1. Kombinasi dua Moving Averages (MA): MA-100 dan MA-50 pada timeframe Weekly atau Monthly.

Kombinasi dua Moving Averages (MA): MA-100 dan MA-50 pada timeframe Weekly atau Monthly

Aturan trading sangat simpel, Anda cukup memperhatikan persimpangan (crossing) antara kedua garis MA. Apabila garis MA-50 (merah) bergerak melintasi garis MA-100 (biru) dari bawah ke atas, berarti itu merupakan sinyal buy. Sedangkan jika garis MA-50 (merah) bergerak melintasi garis MA (biru) dari atas ke bawah, berarti itu merupakan sinyal sell. Setiap garis MA juga bisa berperan sebagai garis support/resistance dinamis untuk dijadikan patokan breakout/bounce.

Banyak sekali trader profesional dari hedge funds yang memantau kombinasi dua Moving Averages ini. Namun, profit hanya dapat direalisasikan dalam jangka panjang. Sinyal trading pun sangat jarang muncul. Oleh karena itu, sistem ini tidak populer di kalangan trader forex pada umumnya.

Untuk menggunakan Moving Averages dengan target profit jangka pendek, Anda harus dapat menyesuaikan setting period dan timeframe. Misalnya MA-5, MA-8, dan MA-13 pada timeframe 2 menit atau 5 menit untuk scalping. Bisa juga menggunakan kombinasi EMA-12, EMA-26, dan SMA-55 pada timeframe Daily.

Tinggalkan sebuah Komentar

Copyright © 2020. All Rights Reserved. Seputar Forex
Peringatan Resiko: Trading Forex adalah Bisnis berisiko tinggi, anda bisa kehilangan semua uang deposit. Jangan Pernah invest jika anda tidak siap untuk rugi. Seputar.Forex tidak akan menerima tanggung jawab atas kehilangan atau kerusakan sebagai akibat dari ketergantungan pada informasi yang terkandung dalam situs web ini termasuk data, kutipan, grafik, link pihak ketiga dan sinyal beli / jual. Harap pelajari dan pahami sepenuhnya mengenai risiko tertinggi terkait dengan perdagangan pasar keuangan.