Bull Dolar AS Kokoh Meski ADP Employment Loyo, Euro Jauhi 1.20

Dolar AS masih menambah penguatan di sesi perdagangan Kamis siang ini. Sebaliknya, Euro semakin menjauhi level $1.20 yang sempat tersentuh di beberapa sesi perdagangan sebelumnya. Trend berlawanan yang terjadi kemarin diperkirakan adalah manifestasi aksi profit-taking.

Evaluasi Data Ekonomi AS Dan Jawboning ECB

Pemicunya yaitu evaluasi terhadap data PMI ISM manufaktur AS dan komentar dari pejabat European Central Bank (ECB) soal masalah nilai tukar Euro-Dolar AS apabila terlalu kuat.

Senin lalu, ISM melaporkan bahwa indeks PMI Manufacturing AS bulan Juli melesat ke 54.2, dari 52.6 sebelumnya. Hasil tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan ekspektasi kenaikan tipis ke 53.6 saja.

Dolar AS masih melemah beberapa jam setelah laporan itu dirilis. Namun kemarin, para pengamat mengevaluasi bahwa data tersebut adalah indikasi dari membaiknya pemulihan ekonomi AS. Akibatnya, trend pun berbalik, dan Dolar AS rebound.

Data ADP Employment Change AS yang menampilkan perlambatan peningkatan tadi malam pun tak sanggup menggoyahkan penguatan Dolar AS. Laporan ADP Non Farm Employment Change menunjukkan penambahan 428,000 saja. Walaupun lebih banyak dari bulan Juli, tetapi perolehan tersebut jauh di bawah ekspektasi kenaikan 1,250,000 rekrutmen.

Di sisi lain, komentar Philip Lane ECB dinilai menunjukkan bahwa pihaknya terganggu oleh apresiasi EUR/USD. Menurut analis Kenneth Broux dari Societe Generale, bank sentral Eropa tersebut sedang mengawasi inflasi dengan seksama.

Euro naik, sementara Dolar AS melemah begitu Federal Reserve mengumumkan toleransi kenaikan inflasi AS ke atas 2 persen dan fokus lebih pada Ketenagakerjaan. Kebijakan itu memicu para trader untuk menjual Dolar, dengan alasan suku bunga AS akan rendah dalam waktu yang lembih lama. Kondisi ini sempat mengangkat EUR/USD ke 1.2011, tertinggi sejak Mei 2018.

Menurut analis Karl Schamotta dari Cambridge Global Payments, kemunduran posisi Euro hari ini semata-mata karena faktor tekninkal dan jawboning dari ECB. Namun ke depan, EUR/USD dapat kembali menguat meski dalam kendali bank sentral Eropa.

“Sangat terasa seperti kemunduran teknikal mengingat posisi Overbought mata uang tersebut (EUR/USD). Dan saya rasa, komentar Philip Lane begitu kentara menyajikan pemicu untuk sedikit short Squeeze pada merwka yang Short di Dolar AS,” kata Schamotta.

Tinggalkan sebuah Komentar

Copyright © 2020. All Rights Reserved. Seputar Forex
Peringatan Resiko: Trading Forex adalah Bisnis berisiko tinggi, anda bisa kehilangan semua uang deposit. Jangan Pernah invest jika anda tidak siap untuk rugi. Seputar.Forex tidak akan menerima tanggung jawab atas kehilangan atau kerusakan sebagai akibat dari ketergantungan pada informasi yang terkandung dalam situs web ini termasuk data, kutipan, grafik, link pihak ketiga dan sinyal beli / jual. Harap pelajari dan pahami sepenuhnya mengenai risiko tertinggi terkait dengan perdagangan pasar keuangan.