BoJ Tak Berkutik Dari Moneter Longgar, Yen Anjlok

Bank of Japan (BOJ) tak mengubah kebijakan moneter ultra longgarnya, di tengah tingginya ketidakpastian Outlook ekonomi akibat gelombang ketiga COVID-19. Sementara itu, inflasi Jepang diperkirakan masih rendah dan jauh di bawah target 2% dalam beberapa tahun ke depan.

Outlook inflasi dipotong sehubungan dengan penurunan biaya penggunaan data oleh operator-operator seluler besar Jepang, mengamini peningakatan tekanan dari pemerintah.

Adapun data indeks inflasi inti Jepang, turut mendukung kebijakan moneter longgar dalam jangka waktu yang lebih lama. CPI Jepang yang tidak memperhitungkan harga barang volatile seperti makanan, hanya diproyeksikan naik 1.0% di tahun fiskal 2023. Artinya, pandemi virus Corona telah semakin mempersulit Jepang untuk mencapai target inflasi 2%.

Dalam laporan Outlook yang diterbitkan pasca rapat kebijakan moneter BOJ Selasa pagi tadi, bank sentral tersebut terbilang mengindikasikan pandangan yang sedikit optimistis terhadap ekonomi Jepang dalam tahun fiskal 2021 per bulan April ini.

Ekonomi Jepang diperkirakan akan tumbuh 4.0% tahun ini hingga Maret tahun depan. Forecast tersebut lebih tinggi daripada estimasi sebelumnya di 3.9%. Kendati demikian, Gubernur BoJ Haruhiko Kuroda menyoroti tingginya ketidakpastian yang menggelayuti ekonomi Jepang.

“Terdapat ketidakpastian yang tinggi akibat infeksi virus Corona dan besarnya risiko penurunan (ekonomi) untuk saat ini,” ungkap Kuroda dalam konferensi pers pasca rapat kebijakan BoJ.

Kuroda juga mengeluhkan inflasi yang kembali meredup sehingga perangkat kebijakan moneter longgar harus kembali dilancarkan. “Sayang sekali pencapaian target inflasi 2% akan memerlukan waktu,” tutur Kuroda sembari menambahkan bahwa tujuan inflasi masih mungkin dicapai dengan moneter longgar yang kuat.

Yen Melemah Versus Dolar AS

Pasca kebijakan moneter BoJ, Yen melemah versus Dolar AS. Terbukti dari USD/JPY yang naik 0.52% ke 108.637 di sesi perdagangan Selasa malam. Padahal Indeks Dolar AS sebenarnya tidak sedang menguat. Pekan ini, FOMC akan mengumumkan hasil rapat kebijakan moneter The Fed. Bank sentral AS tersebut diekspektasikan tidak akan mengubah kebijakan.

Tinggalkan sebuah Komentar

Copyright © 2021. All Rights Reserved. Seputar Forex
Peringatan Resiko: Trading Forex adalah Bisnis berisiko tinggi, anda bisa kehilangan semua uang deposit. Jangan Pernah invest jika anda tidak siap untuk rugi. Seputar.Forex tidak akan menerima tanggung jawab atas kehilangan atau kerusakan sebagai akibat dari ketergantungan pada informasi yang terkandung dalam situs web ini termasuk data, kutipan, grafik, link pihak ketiga dan sinyal beli / jual. Harap pelajari dan pahami sepenuhnya mengenai risiko tertinggi terkait dengan perdagangan pasar keuangan.