BoJ Jadi Satu-Satunya Bank Sentral Dovish, Yen Makin Ambruk

Yen menjadi mata uang mayor dengan kinerja paling lemah di antara rival-rivalnya. Di sesi perdagangan Rabu (08/Juni) malam ini, mata uang Jepang tersebut masih menambah pelemahan terhadap Dolar AS. USD/JPY naik 1.18% ke 134.18, kenaikan konsisten sejak akhir Mei 2022.

Demikian pula terhadap Euro. Mata uang Single Currency menumbangkan Yen 1.5%, dengan EUR/JPY yang diperdagangkan di 144.11, level tertinggi sejak Desember 2014.

Divergensi Kebijakan BoJ Dan ECB

Pelemahan Yen terhadap mata uang-mata uang lain, khususnya Euro, adalah akibat dari divergensi kebijakan bank sentral yang semakin signifikan. Bank sentral Jepang (BoJ) kembali memperbarui kebijakan moneter super longgarnya di awal pekan ini.

Menurut Gubernur BoJ Haruhiko Kuroda, ekonomi Jepang masih berada dalam masa pemulihan dari pandemi dan sedang menghadapi tekanan turun dari kenaikan harga komoditas. Oleh sebab itu, kebijakan moneter ketat bukanlah kebijakan yang sesuai.

Sebaliknya, bank sentral Eropa (ECB) yang semula juga dikenal “setia” dengan moneter longgar, mulai beranjak ke kebijakan ketat. ECB akan mengakhiri pembelian obligasinya bulan ini, dengan peluang kenaikan suku bunga setelah semester pertama 2022. Kebijakan baru yang diadopsi ECB ini jelas akan meninggalkan BoJ sebagai satu-satunya bank sentral mayor yang masih menerapkan kebijakan moneter longgar.

“Komentar Kuroda adalah katalis yang mengakselerasi penjualan Yen, mengingat bahwa mereka (BOJ) baru saja memperbarui fokus pasar terhadap divergensi kebijakan moneter,” kata Jun Kato, analis dari Shinkin Asset di Tokyo. “Gambaran bahwa Yen akan ditinggalkan sebagai satu-satunya pecundang muncul ke permukaan karena pasar secara aktif memperkirakan kenaikan suku bunga ECB. Sementara itu, dolar Australia tetap dalam tren naik dengan sikap pengetatan yang jelas.

Kini, para pelaku pasar berhati-hati akan kemungkinan dolar-yen untuk menembus level tertinggi 2002 di 135.15. Momentum beli dalam pasangan yen meningkatkan kemungkinan hal itu terjadi.

“Ada potensi pelemahan yen seperti itu dapat mendorong dolar-yen lebih tinggi melewati 135 dengan overshoot ke sekitar 137,” kata Hideki Shibata, ahli strategi suku bunga dan mata uang senior di Tokai Tokyo Research Institute.

Tinggalkan sebuah Komentar

Copyright © 2022. All Rights Reserved. Seputar Forex
Peringatan Resiko: Trading Forex adalah Bisnis berisiko tinggi, anda bisa kehilangan semua uang deposit. Jangan Pernah invest jika anda tidak siap untuk rugi. Seputar.Forex tidak akan menerima tanggung jawab atas kehilangan atau kerusakan sebagai akibat dari ketergantungan pada informasi yang terkandung dalam situs web ini termasuk data, kutipan, grafik, link pihak ketiga dan sinyal beli / jual. Harap pelajari dan pahami sepenuhnya mengenai risiko tertinggi terkait dengan perdagangan pasar keuangan.