BoJ Bersikukuh Pada Moneter Longgar, Yen Runtuh

Yen Jepang anjlok hampir dua persen di sesi perdagangan Jumat (17/Juni) siang, setelah Bank of Japan (BoJ) mematahkan semua harapan mengenai pengetatan moneter. Bank sentral Jepang tersebut masih memilih setia pada suku bunga ultra rendah walaupun inflasi global sedang memanas. Hal ini membuat pasar memperkirakan akan terjadinya sesi volatil lagi setelah kenaikan suku bunga The Fed pekan ini.

“Kasus Jepang berbeda dengan negara lain. Selama mereka belum melihat semacam pertumbuhan upah atau kenaikan inflasi di sektor jasa, mereka tidak akan dengan mudah memberikan perubahan kebijakan moneter,” kata Min Joo Kang, ekonom senior untuk Korea Selatan dan Jepang di ING.

“Pasar mata uang akan menjadi yang pertama bereaksi, dan bergerak kembali ke level lebih dari 135, meskipun kami melihat resistensi berat di atas itu.”

BoJ Jadi Satu-Satunya Bank Sentral Mayor Yang Dovish

Membandelnya inflasi rendah di Jepang menjadi alasan BoJ untuk memegang teguh sentimen dovish. Hal itu menambah curam divergensi dengan The Fed. Dolar AS pun sukses menjatuhkan mata uang Jepan, dengan USD/JPY yang naik ke harga $134.38, tertinggi sejak 20 tahun terakhir.

“Hari ini, BoJ mengecewakan (pasar) karena tidak melakukan perubahan kebijakan,” kata Naveen Nair, analis dari Citi. Menurutnya, dengan yield obligasi pemerintah Jepang yang diperdagangkan di atas cap BoJ 0.25%, pasar “tampaknya masih memiliki harapan untuk kapitulasi BoJ.”

Sementara itu, yield obligasi jangka panjang AS, yang berkorelasi dengan kurs Dolar-Yen, masih terbilang stabil di sesi Tokyo tadi pagi. Beberapa jam sebelumnya, yield tersebut anjlok karena para investor khawatir jika kebijakan moneter ketat The Fed dapat memicu resesi.

“Tergelincirnya yield obligasi AS dan pembicaraan resesi telah melemahkan DXY (indeks dolar AS) dalam beberapa hari terakhir,” tulis analis Westpac dalam catatan pada klien, mengacu pada indeks dolar. “Slippage DXY dapat meluas ke 102 dalam waktu dekat, tetapi tren bullish yang lebih luas belum selesai, kecuali The Fed kembali menaikkan suku bunga hingga 75bp di bulan Juli.”

BoJ tinggal menjadi satu-satunya bank sentral mayor yang bersikeras tak menaikkan bunga. Bank sentral Swiss (SNB) saja secara mengejutkan telah menaikkan suku bunga sebanyak 0.5%, menyusul kenaikan Fed Rate 75 basis poin. Kebijakan SNB tersebut adalah yang pertama kalinya sejak tahun 2007 dan paling berdampak pada Euro. Mata uang Single Currrency melemah 0.3% terhadap Franc, dan diperdagangkan di posisi 1.0165.

Tinggalkan sebuah Komentar

Copyright © 2022. All Rights Reserved. Seputar Forex
Peringatan Resiko: Trading Forex adalah Bisnis berisiko tinggi, anda bisa kehilangan semua uang deposit. Jangan Pernah invest jika anda tidak siap untuk rugi. Seputar.Forex tidak akan menerima tanggung jawab atas kehilangan atau kerusakan sebagai akibat dari ketergantungan pada informasi yang terkandung dalam situs web ini termasuk data, kutipan, grafik, link pihak ketiga dan sinyal beli / jual. Harap pelajari dan pahami sepenuhnya mengenai risiko tertinggi terkait dengan perdagangan pasar keuangan.