BoC Kurangi Frekuensi Kebijakan Darurat, Dolar Kanada Melesat

BoC memutuskan untuk mempertahankan suku bunganya bulan ini. Akan tetapi, bank sentral Kanada tersebut menyampaikan pernyataan yang bernada sedikit hawkish bahwa dampak pandemi virus Corona terhadap ekonomi global telah memuncak. Sementara ekonomi Kanada sendiri dinilai sudah terhindar dari proyeksi-proyeksi terburuk.

boc

 

Oleh sebab itu, walaupun suku bunga tetap 0.25 persen, BoC akan mengurangi frekuensi operasi kebijakan-kebijakan darurat untuk mendukung perekonomian dari pandemi. Repo berjangka menjadi satu kali saja per minggu. Sementara program pembelian Bankers’ Acceptance, akan diubah menjadi operasi dua-mingguan.

Menyusul pengumuman tersebut, Dolar Kanada menguat ke level tinggi tiga bulan terhadap Dolar AS. Selain kebijakan BoC, optimisme para investor terhadap pemulihan ekonomi global dan Bank of Canada (BoC) yang mengurangi frekuensi operasi kebijakan darurat, menekan fungsi Dolar AS sebagai safe haven. Saat berita ini ditulis Kamis pagi, USD/CAD diperdagangkan di 1.3493, setelah turun hampir 2 persen dalam dua sesi perdagangan berturut-turut. Level kali ini pun merupakan level terendah USD/CAD sejak satu tahun.

Di sisi lain, pasar ekuitas sedang menggeliat. Saham-saham dunia sedang melonjak ke level-level tinggi tiga pekan, seiring dengan harapan akan percepatan pemulihan ekonomi global pasca lockdown. Data-data ekonomi AS dan China pun dilaporkan naik, meskipun masih terkontraksi.

Kabar positif tersebut direspon mata uang-mata uang komoditas termasuk Dolar Kanada dengan penguatan. Menurut analis dari Franklin Templeton Canada, Dolar Kanada telah mengalami reli yang cukup tangguh dalam beberapa waktu terakhir. Menurutnya, hal itu terjadi merespon Outlook pertumbuhan Kanada yang meningkat sebelum lockdown benar-benar diakhiri.

Namun, penguatan Loonie dibayangi oleh penurunan harga minyak dunia. Kanada merupakan salah satu negara eksporter minyak terbesar dunia. Setelah sempat menanjak ke level tertinggi sejak Maret 2020, harga minyak kembali turun gara-gara keraguan atas timing dan pengukuran potensi ekstensi pakta suplai minyak di antara negara-negara eksporter. Harga minyak US Crude Oil futures turun 0.2 persen ke $36.75 per barel.

Tinggalkan sebuah Komentar

Copyright © 2021. All Rights Reserved. Seputar Forex
Peringatan Resiko: Trading Forex adalah Bisnis berisiko tinggi, anda bisa kehilangan semua uang deposit. Jangan Pernah invest jika anda tidak siap untuk rugi. Seputar.Forex tidak akan menerima tanggung jawab atas kehilangan atau kerusakan sebagai akibat dari ketergantungan pada informasi yang terkandung dalam situs web ini termasuk data, kutipan, grafik, link pihak ketiga dan sinyal beli / jual. Harap pelajari dan pahami sepenuhnya mengenai risiko tertinggi terkait dengan perdagangan pasar keuangan.