Aussie Dan Kiwi Tetap Naik Meski Terguncang Isu Corona Babak Dua

Dolar New Zealand dan Dolar Australia adalah dua mata uang mayor dengan performa paling prima di sesi perdagangan Senin malam ini. Anjloknya Dolar AS dari level rendah dua pekannya, ternyata tak lantas menyurutkan minat risiko para investor.

World Health Organization (WHO) melaporkan adanya kenaikan kasus infeksi baru virus Corona, pada hari Minggu kemarin. Adapun kenaikan kasus terbanyak terjadi di Amerika Utara dan Amerika Selatan. Sementara itu, kasus infeksi Corona di Amerika Serikat juga terus meningkat, sementara Brazil menjadi negara dengan kasus kematian akibat Corona yang terbanyak di benua tersebut.

Aussie Dan Kiwi Tetap Tangguh

Fransesco Pesole, analis forex dari ING, menjelaskan bahwa dampak data infeksi Covid-19 terbaru hanya akan diperhatikan oleh pasar apabila menyajikan informasi mengenai kemungkinan kebijakan lockdown kembali. Oleh sebab itulah, mata uang minat risiko seperti Aussie dan Kiwi, tetap tangguh.

“Jika pasar mulai membuat hubungan bahwa kasus yang lebih banyak akan otomatis terimplikasi pada lockdown, maka jelas mereka (pasar) akan lebih sensitif pada isu puncak kasus corona babak dua,” kata Pesole.

Mata uang-mata uang komoditas masih kuat walaupun aset-aset safe haven mulai mendapat tambahan peminat. Saat berita ini ditulis, Dolar Australia naik 0.6 persen ke 0.6873 terhadap Dolar AS, setelah sempat menyentuh 0.6893 di sesi sebelumnya. Sedangkan NZD/USD melonjak 1.31 persen ke 0.64887, tertinggi sejak tanggal 11 Juni.

nzdusd

Untuk Dolar Australia, kenaikan dimulai setelah Gubernur Reserve Bank of Australia (RBA) Philip Lowe mengatakan bahwa penguatan mata uang dalam beberapa waktu terakhi ini, bukanlah sebuah masalah. Selain itu, dampak pandemi Corona terhadap ekonomi, khususnya Australia, dinilai tak seburuk ekspektasi.

Sedangkan Reserve Bank of New Zealand (RBNZ), merupakan bank sentral yang tidak setenang RBA dalam menghadapi penguatan mata uang. Namun, baik Kiwi maupun Aussie, sama-sama kembali ke level yang kekuatan mereka sebelum krisis yang dimulai pada bulan Maret lalu.

Tinggalkan sebuah Komentar

Copyright © 2020. All Rights Reserved. Seputar Forex
Peringatan Resiko: Trading Forex adalah Bisnis berisiko tinggi, anda bisa kehilangan semua uang deposit. Jangan Pernah invest jika anda tidak siap untuk rugi. Seputar.Forex tidak akan menerima tanggung jawab atas kehilangan atau kerusakan sebagai akibat dari ketergantungan pada informasi yang terkandung dalam situs web ini termasuk data, kutipan, grafik, link pihak ketiga dan sinyal beli / jual. Harap pelajari dan pahami sepenuhnya mengenai risiko tertinggi terkait dengan perdagangan pasar keuangan.