AUD/USD Terhempas Setelah Bank Sentral Australia Naikkan Bunga

Dolar Australia (AUD) merosot tajam setelah Reserve Bank of Australia (RBA) menaikkan suku bunga sebanyak 25 basis poin, Selasa (07/November) pagi. Saat berita ini ditulis, AUD/USD jeblok 0.89% ke 0.6429 menjauhi level tinggi 0.6518, tertinggi sejak pertengahan Agustus.

Anggota dewan RBA memutuskan untuk menaikkan Official Cash Rate (OCR) dari 4.10% menjadi 4.35%, setelah berakhirnya pertemuan kebijakan moneter bulan November pada hari Selasa.

Gubernur kesembilan RBA, Michele Bullock, menyampaikan pernyataan kebijakan moneter, dengan sorotan utama yang tercantum di bawah ini:

“Dewan masih bertekad bulat untuk mengembalikan inflasi ke target. Inflasi CPI Australia kini diperkirakan berada di kisaran 3½% pada akhir tahun 2024, dan berada di puncak kisaran target sebesar 2 hingga 3 persen pada akhir tahun 2025.

Dewan menilai kenaikan suku bunga diperlukan saat ini agar lebih yakin bahwa inflasi akan kembali sesuai target dalam jangka waktu yang wajar.

Apakah pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut diperlukan untuk memastikan bahwa inflasi kembali sesuai target dalam jangka waktu yang wajar, akan bergantung pada data dan penilaian risiko yang terus berkembang.

Masih terdapat ketidakpastian yang signifikan seputar prospeknya.

Secara mengejutkan, inflasi harga jasa terus terjadi di luar negeri dan hal serupa juga dapat terjadi di Australia. Hingga saat ini, ekspektasi inflasi jangka menengah telah konsisten dengan target inflasi dan hal ini penting untuk terus dipertahankan.

Inflasi yang tinggi membebani pendapatan riil masyarakat dan lemahnya pertumbuhan konsumsi rumah tangga, begitu juga dengan investasi perumahan.

Pertumbuhan upah telah meningkat selama setahun terakhir namun masih konsisten dengan target inflasi, asalkan pertumbuhan produktivitas meningkat. Bobot informasi menunjukkan bahwa risiko inflasi yang tetap tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama telah meningkat.”

“Panduan ke depan RBA sedikit menurun, yang dianggap dovish, sehingga dolar Australia dengan cepat menyerahkan keuntungannya setelah reli awal pekan ini secara spontan,” kata Carol Kong, ahli strategi mata uang di Commonwealth Bank of Australia.

Tinggalkan sebuah Komentar

Copyright © 2024. All Rights Reserved. Seputar Forex
Peringatan Resiko: Trading Forex adalah Bisnis berisiko tinggi, anda bisa kehilangan semua uang deposit. Jangan Pernah invest jika anda tidak siap untuk rugi. Seputar.Forex tidak akan menerima tanggung jawab atas kehilangan atau kerusakan sebagai akibat dari ketergantungan pada informasi yang terkandung dalam situs web ini termasuk data, kutipan, grafik, link pihak ketiga dan sinyal beli / jual. Harap pelajari dan pahami sepenuhnya mengenai risiko tertinggi terkait dengan perdagangan pasar keuangan.