AUD/USD Tak Bangkit Meski RBA Optimistis Pada Pemulihan Ekonomi

Dolar Australia masih berada di bawah level kritis terhadap Dolar AS. Saat berita ini ditulis pada Rabu malam, AUD/USD diperdagangkan di 0.7480, level terendah sejak tanggal 21 Desember 2020.

RBA Tegaskan Sikap Dovish

Pelemahan Dolar Australia tetap terjadi meski Reserve Bank of Australia (RBA) menyatakan siap memulai perlambatan program pembelian aset, mengiringi penguatan ekonomi Australia. Namun kemudian, Gubernur Philip Lowe menekankan bahwa suku bunga rendah masih diperlukan sampai data kenaikan inflasi menunjukkan kelanjutan substantif.

Dalam pengumuman kebijakan moneternya pada Selasa kemarin, RBA tetap mempertahankan suku bunga di level rendah 0.10 persen. Level tersebut merupakan hasil dari Rate Cut pada bulan November, guna menyokong ekonomi Australia dari dampak pandemi.

Gubernur RBA Philip Lowe mengatakan bahwa pemulihan ekonomi Australia lebih cepat daripada ekspektasi, dan akan berlanjut dalam beberapa waktu ke depan. Namun demikian, Lowe menekankan bahwa penarikan stimulus tak akan dilakukan secara drastis. Pembelian obligasi masih akan dilancarkan hingga data menunjukkan adanya penguatan di sektor ketenagakerjaan dan kenaikan inflasi.

“Kami masih jauh dari tujuan untuk pekerjaan penuh dan inflasi,” kata Lowe. “Ini berarti bahwa kelanjutan dari dukungan moneter melalui pembelian obligasi, masih menjadi kebijakan yang tepat.”

Bank sentral tersebut telah berulang kali mengatakan tidak akan menaikkan suku bunga–bunga yang dikenakan pada pinjaman semalam tanpa jaminan antar bank–sampai kenaikan inflasi Australia berkelanjutan dalam kisaran target dua hingga tiga persen.

Agar inflasi mencapai tingkat ini, pertumbuhan upah perlu melebihi setidaknya tiga persen. Gubernur Lowe memperkirakan itu akan memakan waktu “beberapa tahun”. Dengan demikian, tidak mungkin bagi RBA untuk menaikkan suku bunga hingga setidaknya 2024.

Tim ekonom di UBS menilai bahwa konferensi pers pasca-pertemuan Gubernur Philip Lowe kemarin merupakan “dovish maksimal” karena ada penegasa kembali perlunya suku bunga untuk tetap pada rekor terendah saat ini sampai inflasi aktual naik “berkelanjutan” dalam kisaran targetnya.

“Memang, Lowe melangkah lebih jauh ke arah dovish. Ia menspesifikasi ‘setiap kenaikan suku bunga baru akan terjadi setelah pembelian obligasi berakhir’,”kata kepala ekonom UBS George Tharenou.

Tinggalkan sebuah Komentar

Copyright © 2021. All Rights Reserved. Seputar Forex
Peringatan Resiko: Trading Forex adalah Bisnis berisiko tinggi, anda bisa kehilangan semua uang deposit. Jangan Pernah invest jika anda tidak siap untuk rugi. Seputar.Forex tidak akan menerima tanggung jawab atas kehilangan atau kerusakan sebagai akibat dari ketergantungan pada informasi yang terkandung dalam situs web ini termasuk data, kutipan, grafik, link pihak ketiga dan sinyal beli / jual. Harap pelajari dan pahami sepenuhnya mengenai risiko tertinggi terkait dengan perdagangan pasar keuangan.