3 Hal Yang Dapat Menambah Bearish USD Minggu Ini

Trend Dolar AS saat ini adalah bearish. Mata uang tersebut melemah terhadap hampir semua mata uang lain. Indeks Dolar AS menduduki level terendah dalam 2 tahun, sedangkan USD/JPY diperdagangkan di kisaran 105, terendah sejak Maret lalu.

Menurut analisis DailyFX, pekan ini dan beberapa pekan berikutnya masih akan menjadi hari-hari yang berat bagi Dolar AS. Ada 3 hal yang berpotensi menambah tekanan bagi mata uang yang disebut juga dengan Greenback tersebut:

1. Dihapusnya Tunjangan Tambahan Untuk Pengangguran

Terhitung awal pekan lalu, lebih dari 20 juta pengangguran di AS akan kehilangan $600 ekstra yang diberikan sebagai tunjangan sejak pandemi menyebar. Secara resmi, bantuan ekstra itu seharusnya berakhir tangga 31 Juli, tetapi menurut kalkulasi pemerintah AS, tanggal akhir pembayaran tunjangan adalah tanggal 25 dan 26 Juli.

Dampak dari pengurangan tunjangan itu tak hanya akan dirasakan oleh rumah tangga saja, tapi juga akan merembet pada penjualan retail karena menurunnya pendapatan masyarakat. Hal ini membangkitkan kekhawatiran akan kegagalan pemulihan ekonomi yang baru saja dimulai. Akibatnya, mata uang AS pun dinilai tidak menjanjikan. Ada wacana bahwa tunjangan ekstra tersebut tak akan dihilangkan sepenuhnya, melainkan hanya dikurangi menjadi $200 saja. Negosiasi untuk wacana tersebut masih dijadwalkan.

2. GDP AS Diprediksi Melemah

Data Gross Domestics Product (GDP) AS kuartal kedua yang akan dirilis pekan ini, juga akan mempengaruhi Dolar AS. Sebelumnya, kebijakan Lockdown yang diimplementasikan pemerintah hingga akhir kuartal pertama lalu, sudah membuat GDP AS terkontraksi sampai 5 persen. Memasuki kuartal kedua, hampir semua negara bagian di AS ditutup. Oleh karena itu, ekonom mengekspektasikan pertmbuhan ekonomi dapat terkontraksi sampai -35 persen.

USD/JPY diproyeksi sebagai pasangan mata uang yang paling merespon data tersebut nantinya. Jika kontraksi AS sesuai atau lebih buruk daripada ekspektasi, maka USD/JPY akan merosot drastis. Namun, kendati nantinya GDP AS membaik, Dolar AS tetap tak akan berdaya menghadapi mata uang-mata uang berbeta tinggi seperti Euro.

usdjpy

3. Kebijakan Moneter The Fed

Dua ancaman terbesar pada ekonomi AS, yakni penyebaran virus Corona dan keputusan kebijakan fiskal adalah dua hal yang di luar kendali The Fed. Beberapa waktu lalu, Ketua The Fed Jerome Powell masih mengindikasikan Outlook ekonomi yang tak pasti. Semenjak saat itu, Outlook memang semakin memburuk. Kongres pun sampai saat ini belum bisa menyepakati kebijakan apapun untuk menanggulangi dampak pandemi pada ekonomi AS.

Menanggapi isu ini, Dolar AS akan bergantung pada sentimen yang akan disinyalkan oleh Ketua The Fed. Pertanyaan terbesar pasar adalah pada kemungkinan suku bunga negatif. Tim analis DailyFX memperkirakan bahwa Dolar AS tetap akan bearish setelah pengumuman hasil FOMC.

Tinggalkan sebuah Komentar

Copyright © 2020. All Rights Reserved. Seputar Forex
Peringatan Resiko: Trading Forex adalah Bisnis berisiko tinggi, anda bisa kehilangan semua uang deposit. Jangan Pernah invest jika anda tidak siap untuk rugi. Seputar.Forex tidak akan menerima tanggung jawab atas kehilangan atau kerusakan sebagai akibat dari ketergantungan pada informasi yang terkandung dalam situs web ini termasuk data, kutipan, grafik, link pihak ketiga dan sinyal beli / jual. Harap pelajari dan pahami sepenuhnya mengenai risiko tertinggi terkait dengan perdagangan pasar keuangan.